Kalian pasti sering mengalami masalah komputer tiba-tiba jadi lemot, aplikasi jadi sering close sendiri, pokoknya sering timbul masalah pada komputer kalian. Memang banyak cara untuk mengatasi hal tersebut. Tak terkecuali menggunakan Backup dan Restore. Lalu apakah Backup dan Restore itu ?
Backup adalah menyimpan data cadangan. Tapi dalam artian ini Backup yang di maksud adalah menyimpan cadangan file system Windows.
Restore adalah mengembalikan data cadangan yang sebelumnya di Backup.
Backup adalah menyimpan data cadangan. Tapi dalam artian ini Backup yang di maksud adalah menyimpan cadangan file system Windows.
Restore adalah mengembalikan data cadangan yang sebelumnya di Backup.
Cara ini juga cukup efektif untuk mengembalikan Windows ke dalam performa sebelumnya yang normal. Tapi normal tidaknya Windows tergantung dari file Backupnya. Banyak yang mengeluh. Kenapa proses Restorenya terkadang performa Windowsnya masih utuh lemot dan semacamnya. Ini di sebabkan karena banyak. Mungkin Harddisknya udah Bad Sector. Prosesnya yang Windowsnya sudah dalam keadaan error ataupun lemot. Maka dari itu, sebelum melalui proses Backup. Windows sudah harus dalam keadaan normal atau dengan kata lain masih dalam keadaan fresh.
Berikut cara Backup dan Restore di Windows 7 :
1. Klik 2 kali, ikon "My Computer" pada Desktop
2. Klik kanan pada "Drive C" karena dalam Drive ini terdapat file System, Driver, dan aplikasi yang terpasang pada System di dalam komputer.
3. Kemudian klik pada tab "Tools" dan klik tombol "Back up now"
4. Dalam Jendela Backup or Restore your files klik link "Set up a backup"
5. Windows akan mencari Drive yang cocok untuk menyimpan hasil dari Backup ( Saya sarankan agar menyimpan di Harddisk yang masih normal )
6. Kemudian klik "Next"
7. Setelah itu akan muncul Jendela "How do you want to backup?"
Saya sarankan pilih Let me choose, artinya kalian dapat memilih system, driver, aplikasi, dan data mana saja yang akan di backup.
8. Pilih file Folder atau Data yang mau di Backup bersamaan dengan File System ( Windows ) dan Data ( Data yang di maksud adalah Data yang berada di Drive C ). Kemudian akan membuat gambar drive backup nantinya pilih opsi "Include a system image of drivers"
9. Kalian dapat meninjau file apa saja yang mau di backup bersamaan dengan Windows. Jika kalian sudah memastikan semua file yang akan di Backup sudah benar klik "Save settings and run backup"
10. Di sini kalian juga dapat menjadwalkan waktu Backupnya.
11. Klik "Backup now"
12. Jika kalian ingin memantau proses Backup klik "View Details"
13. Proses Backup memakan waktu cukup lama, itu tergantung besar ukuran filenya. Setelah proses Backup selesai, maka akan muncul jendela Folder hasil Backup an tadi.
14. Selamat proses Backup nya sudah selesai.
Sekarang adalah cara untuk Restore file Backup tadi.
1. Klik 2 kali file Backup pilih "Manage space used by this backup"
2. Jika kalian ingin me-Restore file Backup tadi klik "Restore my files"
3. Sekarang kalian dapat menelusuri file Backupnya.
4. Setelah kalian memilih file Backupnya klik "Restore"
5. Proses Restore memakan waktu cukup lama, tergantung besar filenya.
Selamat mencoba. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua.
Tags :














